Logo Bloomberg Technoz

Saat Saham Rokok Naik Industri Hadapi Kerusakan Struktural

Recha Tiara Dermawan
18 September 2025 06:35

Ilustrasi rokok. (Bloomberg)
Ilustrasi rokok. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham emiten rokok sempat reli setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tengah mengkaji struktur dan mekanisme cukai rokok. Pasar menilai pernyataan itu membuka peluang relaksasi, bahkan potensi penurunan tarif.

Namun, analis menilai prospek industri rokok di Indonesia tidak bisa semata-mata ditentukan oleh arah kebijakan cukai. Tim riset dari Maybank Sekuritas dalam laporannya menegaskan bahwa industri rokok menghadapi kerusakan struktural.

Lebih jauh diterangkan adalah melemahnya daya beli, pergeseran konsumen ke produk tier II dan III dengan beban cukai lebih rendah, serta regulasi kesehatan yang semakin ketat.


Tim riset Maybank menyoroti kinerja PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang anjlok pada semester I-2025. Emiten rokok ini hanya membukukan laba bersih Rp117 miliar, anjlok 87% secara tahunan (yoy) dan baru memenuhi 12% dari estimasi konsensus. Pendapatan juga merosot 11% yoy menjadi Rp44,4 triliun. Margin laba kotor turun menjadi 8,5%, sementara margin laba usaha hanya 1,2%.

Direktur & Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman secara terang-terangan mengatakan bahwa profitabilitas perusahaan masih rapuh.