Logo Bloomberg Technoz

Rumor Divestasi Bango Beredar, Arah UNVR Belum Sepenunya Bullish

Cahya Puteri Abdi Rabbi
22 July 2026 13:50

Ilustrasi Unilever. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Unilever. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rumor PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bakal melepas merek kecap Bango kembali berembus di pasar. Di tengah spekulasi bahwa transaksi itu bisa mendatangkan dana segar bernilai triliunan rupiah, rekomendasi analis terhadap saham UNVR masih beragam.

Berdasarkan data konsensus Bloomberg per 22 Juli 2026, sebanyak 16 dari 29 analis atau 55,2% memberikan rekomendasi buy terhadap saham UNVR. Sementara sepuluh analis atau 34,5% merekomendasikan hold, sedangkan tiga analis atau 10,3% masih memberikan rekomendasi sell.

Konsensus tersebut menghasilkan target harga rata-rata sebesar Rp2.087,25/saham untuk dua belas bulan ke depan. Dengan harga saham UNVR di level Rp1.715, potensi kenaikannya mencapai sekitar 21,7%.


Sejumlah sekuritas yang masih merekomendasikan buy antara lain BNI Sekuritas, HSBC, Panin Sekuritas, Yuanta, Binaartha Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Bahana Sekuritas. Sementara itu, JP Morgan masih memberikan rekomendasi underweight, Maybank Investment Banking Group memberikan rekomendasi sell, sedangkan Macquarie dan UBS mempertahankan rekomendasi neutral.

Terkait kabar divestasi ini, entitas Grup Djarum disebut-sebut menjadi pihak yang akan mengakuisisi merek kecap legendaris tersebut. Sebelumnya, Savoria Group resmi mengakuisisi bisnis teh SariWangi dari Unilever senilai Rp1,5 triliun. Aksi korporasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Unilever masih membuka peluang melepas merek lain dalam portofolionya di Indonesia.