Logo Bloomberg Technoz

Proyeksi BI: Ekonomi Dunia Melemah, Inflasi Global Melonjak

Mis Fransiska Dewi
22 July 2026 14:45

Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 akan tetap melemah di level 3%, sementara inflasi global akan meningkat menjadi 4,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan ketidakpastian global kembali meningkat pasca-reeskalasi intensitas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026.

"Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat, sehingga mengganggu produksi dan rantai pasok perdagangan antar negara, serta harga minyak dan komoditas dunia berbalik naik," kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).


Selanjutnya, menurut dia, kebijakan moneter global menjadi lebih ketat sebagai respons terhadap makin tingginya inflasi. BI Suku bunga kebijakan moneter AS Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan meningkat lebih awal, yakni menjadi pada kuartal IV 2026. 

Per 20 Juli 2026, imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury naik tinggi ke level 4,56% untuk tenor 10 tahun dan 4,18% untuk tenor 2 tahun. Bank sentral memperkirakan imbal hasil obligasi tersebut akan kembali meningkat, didorong oleh melebarnya defisit fiskal AS.