Logo Bloomberg Technoz

"Dari Palmerah mau ke Senayan Park [lewat depan Gedung DPR/MPR] nggak ada demo dan nggak ada masalah pas memesan," tambahnya.

Bahkan, Tak semua pengemudi ojol ikut melakukan aksi unjuk rasa tersebut. Seperti Riyan Sidqie (27 tahun) yang mengaku tak ikut demo lantaran lebih mementingkan target hariannya.

"Enggak [ikut demo], mending capai target saja. Saya juga tidak ikut asosiasi itu," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengatakan demo ojol akan diikuti sejumlah mahasiswa.

Demo rencananya akan dimulai dari Kementerian Perhubungan, lalu ke depan gedung DPR. Raden Igun mengatakan anggota asosiasinya akan mematikan aplikasi saat unjuk rasa. 

"Imbauan Garda terhadap warga Jakarta agar memilih moda transportasi alternatif pada Rabu, 17 September 2025, karena sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan demonstrasi ojek online ke Kemenhub, Istana dan DPR RI," kata Igun dalam keterangan tertulis.

Adapun tuntutan utama aksi ojol adalah:

  • RUU Transportasi Online agar masuk pada Prolegnas 2025-2026.
  • Potongan Aplikator 10% Harga Mati.
  • Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan.
  • Audit Investigatif potongan 5% yang telah diambil oleh aplikator.
  • Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar dll.
  • Copot Menteri Perhubungan dan
  • Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025.

(ell)

No more pages