Patut digaris bawahi bahwa Siemiatkowski tidak menutup kesempatan calon karyawan dari manusia bekerja di perusahaan. “Kami yakin bahwa layanan pelanggan manusia akan selalu menjadi hal yang istimewa,” tutur dia dan kemudian membandingkannya dengan bagaimana orang membayar lebih untuk pakaian yang dijahit tangan daripada yang dijahit mesin.
“Jadi kami yakin dua hal ini bisa dilakukan bersamaan. Kami bisa menggunakan AI untuk secara otomatis menghilangkan pekerjaan yang membosankan, pekerjaan manual, tetapi kami juga akan menjamin pelanggan kami untuk memiliki koneksi manusia.”
Lebih lanjut Siemiatkowski menyampaikan posisi insinyur di perusahaan belum berkurang sebanyak di departemen lain, namun seiring waktu hal ini bisa saja berubah.
“Yang saya telaah secara internal adalah kemunculan kembali para pebisnis yang belajar coding sendiri,” katanya dan menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi banyak insinyur saat ini adalah mereka kurang paham bisnis.
“Saya rasa kategori orang-orang ini akan menjadi semakin berharga ke depannya,” terutama karena mereka dapat menggunakan AI dan memanfaatkan pemahaman bisnis mereka dengan baik.
Melenggang IPO di Wall Street
Penawaran umum perdana (IPO) Klarna yang terselenggara pekan lalu mampu meraih pendanaan baru US$1,37 miliar, masuk dalam kisaran atas harga. Valuasi terakhir perusahaan sekitar US$15,1 miliar
Sebagai perusahaan teknologi keuangan, Klarna menjual menjual 34,3 juta saham seharga US$40/saham. IPO Klarna berakhir kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 20 kali, kata sumber seperti dilaporkan Bloomberg News.
Meski dipandang sukses namun valuasi terakhir Klarna merupakan penurunan tajam dari US$45,6 miliar dalam investasi US$639 juta yang dipimpin oleh SoftBank Group Corp. Jepang pada 2021.
Berbeda dengan SoftBank, raksasa modal ventura Sequoia Capital justru menghasilkan untung miliaran dolar AS. Klarna yang beroperasi dengan skema bisnsi buy-now pay-later (BNPL) dan beberapa investornya menjual 34,3 juta saham pada harga IPO.
Penawaran umum perdana ini menjadi berkah bagi firma modal ventura Silicon Valley yang ternama, yang telah berinvestasi sekitar US$500 juta secara total di perusahaan tersebut selama bertahun-tahun, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut dan meminta namanya tidak disebutkan karena informasi tersebut belum dipublikasikan, dikutip dari Bloomberg News.
Saham firma tersebut bernilai $3,2 miliar saat saham Klarna dihargai pada Selasa, mewakili keuntungan US$2,7 miliar dan pengembalian lebih dari enam kali lipat dari investasi awalnya.
“IPO ini hanyalah catatan histori yang semoga, pada akhirnya, akan terlihat seolah-olah terjadi pada awal berdirinya perusahaan,” kata Andrew Reed, mitra di Sequoia yang duduk di dewan direksi Klarna. Perjalanan Klarna menuju pasar modal ditandai dengan pasang surut — fluktuasi yang kadang-kadang berdampak pada hubungannya dengan Sequoia.
(far/wep)
































