Logo Bloomberg Technoz

CEO Klarna Insaf, Kini Sebut AI Tak Bisa Gantikan Semua Pekerjaan

Redaksi
17 September 2025 14:05

Perusahaan asal Swedia Klarna saat mencatatkan saham di Bursa AS. (Bloomberg)
Perusahaan asal Swedia Klarna saat mencatatkan saham di Bursa AS. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaCEO perusahaan asal Swedia Klarna, yang baru melangsungkan pencatatan perdana saham di pasar, kembali merekrut karyawan. Sebelumnya Klarna jadi bagian dari startup yang gembar-gembor strategi menggantikan peran manusia sebagai karyawan ke teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sebastian Siemiatkowski mengakui terlampau dalam penggunaan AI dimana sempat bernafsu menggantikan ribuan karyawan dengan AI (AI workers).

Atas apa yang ia percayai, perusahaan berencana menghentikan perekrutan pekerja manusia beberapa tahun lalu dan meluncurkan agen AI yang telah membantu mengurangi biaya layanan pelanggan dan meningkatkan pendapatan per karyawan.


Target perusahaan adalah mencari keseimbangan baru terkait komposisi pekerja AI dan manusia. Operasi Klarna tahun ini menyisakan 3.000 karyawan dari total 5.500 pekerja perusahaan pada tahun 2023, dilansir dari TechCrunch, Rabu (17/9/2025). 

Ia menambahkan bahwa seiring dengan penurunan biaya gaji perusahaan, Klarna kini berencana untuk menginvestasikan sebagian besar dana tersebut ke dalam kompensasi tunai dan ekuitas karyawan.