SUN tenor lebih panjang 15Y juga turun yield-nya sebesar 1,6 bps, bersama tenor 20Y yang juga terkikis 1,4 bps sampai siang ini.
Reli harga SUN terjadi di tengah reli harga obligasi global, menjelang pengumuman keputusan bunga acuan Federal Reserve pada Kamis dini hari nanti. Yield UST-2Y siang ini terpangkas 3,2 bps, bersama tenor 10Y yang juga turun 1,5 bps.
Adapun sentimen dalam negeri terkait arah kebijakan BI rate, juga menjadi dorongan bagi harga SUN untuk terus melejit di pasar. Konsensus pasar sejauh ini masih mempertahankan prediksi 'tahan' untuk BI rate di level 5%.
Namun, bila ternyata BI mengejutkan pasar lagi dengan melakukan pemangkasan di tengah gelombang arah kebijakan pemerintah yang menginginkan pertumbuhan ekonomi digeber, yield obligasi negara bisa makin terpangkas.
"Yield 2Y & 5Y SUN berpeluang turun 15 bps hari ini bila BI bersikukuh memangkas suku bunga di tengah situasi pasar dan rupiah yang kurang kondusif," kata tim riset Mega Capital Sekuritas dalam catatannya, pagi ini.
Independensi BI
Para pelaku pasar mencermati pemberitaan terakhir dari gedung parlemen. Rencana pengubahan mandat Bank Indonesia melalui revisi UU Nomor 4/2023 (Omnibus Law keuangan) yang tengah digodok oleh parlemen, membuat pasar gelisah.
Mandat BI direncanakan akan makin luas bukan sebatas menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, aturan juga tengah ditimbang untuk memberhentikan anggota dewan gubernur berdasarkan evaluasi oleh parlemen. Aturan yang ada selama ini hanya membolehkan pemberhentian anggota dewan gubernur BI bila mengundurkan diri, melakukan tindak pidana atau berhalangan tetap.
Rencana-rencana mengubah Bank Indonesia itu, membuat pasar mengkhawatirkan akan dampaknya pada independensi Bank Indonesia ke depan. "Investor menanggapi negatif pemberitaan tersebut, yang tercermin dari pelemahan rupiah di pasar spot dan forward (pada perdagangan Selasa)," kata analis.
(rui)






























