Sekadar catatan saja, dalam laporan data perbankan syariah Juni 2025, rasio kecukupan modal (Capital Adequency Ratio/CAR) BPRS mencapai 20,53%. Namun capaian ini mengalami penurunan secara tahunan (yoy) sebesar 23,10%.
Untuk diketahui, semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank untuk menahan kerugian, melindungi deposan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Di sisi lain, tingkat likuiditas BPR Syariah juga relatif tinggi. Rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (Financing to Deposit Ratio/FDR) tercatat sebesar 115,78%, tetapi turun dibandingkan periode yang sama yakni 117,58% yoy.
Tantangan juga masih muncul dari sisi kualitas pembiayaan. Non-Performing Financing (NPF) BPRS berada di level 10,36%, atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 8,23% secara tahunan.
Tantangan juga masih muncul dari sisi kualitas pembiayaan. Non-Performing Financing (NPF) BPRS berada di level 10,36%, atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 8,23% secara tahunan.
Meski begitu, rentabilitas BPR Syariah masih mencatatkan hasil positif dengan Return on Assets (ROA) di kisaran 1,60% naik 1,54% yoy.
"Tingkat permodalan BPRS tetap kuat di tengah kondisi pengetatan likuiditas serta kualitas pembiayaan yang kurang baik," tulis BPS dalam laporan tersebut.
(lav)






























