Logo Bloomberg Technoz

Profesi yang Berpeluang Tergerus AI Menurut Laporan Anthropic

Merinda Faradianti
17 March 2026 06:10

Ilustrasi PHK. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi PHK. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kecerdasan buatan atau AI membuat banyak pekerja ketar-ketir. Pasalnya, kecanggihan teknologi ini disebut-sebut menjadi ancaman serius bagi beberapa pekerjaan.

Anthropic dalam laporannya yang berjudul Labor Market Impact of AI: A New Measure and Early Ecidence menyampaikan sejumlah hal yang telah dilakukan AI. Anthropic  juga membandingkan potensi pekerjaan yang hilang karena teknologi ini. Hasilnya cukup mencengangkan sekaligus melegakan.

“AI masih jauh dari kemampuan teoritisnya,” tulis laporan Anthropic dalam laporannya, dikutip Senin (16/3/2026). Dalam laporan itu juga memetakan profesi apa saja yang kini mulai dimasuki AI dan pekerjaan mana yang masih belum terkontaminasi. 


Berikut ulasan profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi:

  • Programmer. Profesi ini memiliki mayoritas kegiatan dalam meng-coding, meng-update, hingga mengelola software. Sehingga, sebagian besar profesi ini banyak dimasuki AI secara otomatis.
  • Customer Service. Profesi ini mulai pelan-pelan digantikan AI dalam memproses pesanan, berinteraksi dengan pelanggan, hingga pengajuan komplain. Rata-rata profesi ini telah disabet AI mencapai 70,1%.
  • Data Entry. Profesi ini mulai dijajaki AI lantaran menjalankan pekerjaan repetitive seperti membaca dokumen dan memasukkan data ke dalam system.
  • Spesialis Rekam Medis. AI sudah mulai menjajaki profesi di bidang kesehatan, dengan rata-rata otomatisasi mencapai 66,7%, pekerjaan spesialis rekam medis seperti mengodekan data pasien mulai digantikan artificial intelligence.
  • Analisis Riset Pasar dan Pemasaran. Tugas keseharian menyusun laporan, membuat grafik ilustrasi data hingga menerjemahkan temuan riset ke teks tertulis kini sudah sangat gampang dilakukan AI. Tingkat paparan AI capai 64,8%.
  • Sales atau tenaga penjualan grosir dan manufaktur. Menghubungkan pelanggan untuk mendemokan produk menjadi salah satu ‘makanan empuk’ AI dengan tingkat paparan mencapai 62,8%.
  • Analisis Keuangan dan Investasi. Menginformasikan keputusan investasi dengan manganalisis informasi keuangan untuk memperkirakan kondisi bisnis, industri, hingga ekonomi mulai digantikan AI. 
  • Tingkat paparan AI capai 57,2%.
  • Software QA atau Penguji Perangkat Software. Pekerjaan memodifikasi dan memperbaiki bug juga sudah dijajaki AI dengan paparan mencapai 51,9%.
  • Analisis Keamanan Informasi. Melakukan penilaian risiko siber dan menguji keamanan pemrosesan data tak terlepas dari tren otomasi ini. Tingkat paparan AI capai 48,6%.
  • Spesialis Support Komputer. Pekerjaan menjawab pertanyaan pengguna dalam pengoperasian software ataupun hardware sudah bisa digantikan AI dengan tingkat paparan mencapai 46,8%.

Sementara itu, Anthropic mencatat sekitar 30% pekerja di Amerika Serikat (AS) tak terpapar AI di bidang pekerjaannya.

  • Guru atau tenaga pendidikan. AI sekarang memang sudah bisa diandalkan untuk menilai PR atau tugas siswa. Namun, untuk urusan mengelola ruang kelas secara langsung, pekerjaan ini murni ranah manusia yang belum bisa disentuh mesin.
  • Perawat dan praktisi kesehatan. Profesi perawat terdaftar memiliki tingkat paparan AI yang sangat minim pada kuadran proyeksi lapangan kerja.
  • Pekerja lapangan dan kasar. Ini termasuk pekerja sektor pertanian seperti memangkas pohon, mengoperasikan traktor mesin, mekanik sepeda motor, koki dan tukang cuci piring, penjaga pantai, bartender, hingga penjaga ruang ganti baju.
  • Pengacara litigasi. Pekerjaan legal spesifik yang mengharuskan perwakilan klien secara lisan di ruang sidang pengadilan juga masih jauh dari jangkauan otomasi AI.