Logo Bloomberg Technoz

Minyak Brent Melemah Tapi Harga Tetap Bertahan di Atas US$100

News
17 March 2026 04:45

Ilustrasi kilang minyak. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi kilang minyak. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg, Harga minyak Brent ditutup di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut, rentetan terpanjang sejak Agustus 2022, seiring para investor mempertimbangkan sinyal pasokan melimpah dalam jangka pendek di tengah meningkatnya ancaman militer terhadap infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.

Harga acuan ini turun tipis 2,8% dalam sesi yang bergejolak pada hari Senin waktu setempat, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada US$93,50 per barel. AS dan Iran sama-sama meningkatkan serangan terhadap aset energi di kawasan tersebut, termasuk serangan drone terhadap ladang gas alam Shah yang sangat besar di Uni Emirat Arab (UEA).

Sejumlah trader juga menilai upaya global untuk meredam dampak terburuk dari guncangan pasokan yang akan datang akibat perang AS-Israel terhadap Iran, mulai dari pelepasan segera dari cadangan darurat Amerika Serikat (AS) hingga aliran kapal yang melewati titik transit kunci, Selat Hormuz. 


Meskipun hal itu telah meredakan kekhawatiran tentang dampak langsung dari pasokan minyak Timur Tengah yang tertahan, para pedagang masih memperkirakan gangguan tersebut masih akan fatal.

Komoditas minyak mengalami penurunan dalam perdagangan pasca-penutupan pasar menyusul laporan Axios bahwa saluran komunikasi langsung antara AS dan Iran telah diaktifkan kembali dalam beberapa hari terakhir.