Logo Bloomberg Technoz

Sentimen Selat Hormuz Membaik, Bursa Asia Bersiap Menghijau

News
17 March 2026 06:35

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di Asia bersiap menguat pada perdagangan Selasa (17/3), mengikuti jejak Wall Street yang menghijau setelah harga minyak mentah mulai melandai. Sentimen positif ini muncul di tengah harapan bahwa lebih banyak kapal tanker akan diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan sinyal penguatan saat pembukaan di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Hal ini terjadi setelah harga minyak mentah turun untuk pertama kalinya dalam empat hari pada perdagangan Senin (16/3). Minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak sedikit lebih tinggi pada Selasa pagi setelah sempat anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya.


Indeks S&P 500 mencatatkan hari terbaiknya sejak Februari, dipimpin oleh lonjakan saham teknologi. Nvidia Corp naik 1,7% setelah memproyeksikan pendapatan setidaknya US$1 triliun dari cip kecerdasan buatan (AI) hingga akhir 2027. Di sisi lain, pasar obligasi (Treasury) menguat karena penurunan harga minyak meredam kekhawatiran inflasi, sementara dolar AS mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari sebulan.

Minat risiko investor juga terdongkrak oleh ekspektasi bahwa negara-negara ekonomi utama dunia akan melepas cadangan minyak guna menutupi gangguan pasokan. Hal ini menyusul seruan berulang Presiden Donald Trump agar sekutu membantu mengamankan Selat Hormuz. Meski begitu, ancaman terhadap jalur pelayaran vital tersebut masih membayangi pasar menjelang rangkaian pertemuan bank sentral pekan ini.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)