Logo Bloomberg Technoz

Jalankan Bisnis di 2025 Maskapai LCC AirAsia Derita Rugi Rp1,29 T

Muhammad Fikri
17 March 2026 05:50

Airbus A330 miliki AirAsia di bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (Samsul Said/Bloomberg)
Airbus A330 miliki AirAsia di bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (Samsul Said/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) masih membukukan kerugian pada tahun buku 2025 meski kinerjanya lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perusahaan, AirAsia Indonesia mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,29 triliun pada tahun yang berakhir 31 Desember 2025, menyempit sekitar 15,1% dibandingkan rugi Rp1,52 triliun pada 2024.

Pendapatan usaha perusahaan tercatat sebesar Rp7,87 triliun pada 2025, turun tipis sekitar 0,9% dibandingkan Rp7,94 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, beban operasional yang masih tinggi membuat perusahaan tetap mencatatkan rugi usaha sebesar Rp644,6 miliar, membaik sekitar 18,4% dari rugi usaha Rp790,4 miliar pada 2024.


Tekanan terbesar berasal dari biaya bahan bakar yang mencapai Rp3,16 triliun meski turun sekitar 8,2% dibandingkan Rp3,45 triliun pada tahun sebelumnya. Beban lain yang besar berasal dari biaya perbaikan dan pemeliharaan pesawat sebesar Rp2,06 triliun, naik sekitar 24,6% dari Rp1,66 triliun pada 2024, serta biaya layanan penerbangan sebesar Rp876,4 miliar.

Selain itu, AirAsia juga menanggung beban penyusutan aset dan hak-guna pesawat sebesar Rp842,3 miliar serta biaya gaji dan tunjangan karyawan Rp728,3 miliar.