Logo Bloomberg Technoz

Permata Bank Kembangkan Ekosistem UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular


(Dok. Bank Permata)
(Dok. Bank Permata)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Permata Bank terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif strategis, bank ini berupaya memperluas penerapan praktik ekonomi hijau, ekonomi sirkular, serta penguatan UMKM yang lebih ramah lingkungan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor keuangan memang memainkan peran penting dalam mempercepat transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.

UMKM memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Karena kontribusinya yang besar, transformasi UMKM menuju praktik usaha yang lebih berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain itu, pendekatan bisnis yang lebih ramah lingkungan juga dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah perubahan pasar global.

Permata Bank melihat peluang besar dalam mendorong pelaku UMKM untuk mulai menerapkan prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular dalam kegiatan bisnis mereka. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Permata Bank menghadirkan berbagai program yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat luas. Inisiatif ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha mengenai potensi bisnis dari praktik ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Permata Eco Fair 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Hijau

(Dok. Bank Permata)

Salah satu inisiatif yang dihadirkan adalah penyelenggaraan Permata Eco Fair 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku UMKM yang telah mengembangkan produk berbasis keberlanjutan serta menghadirkan diskusi mengenai praktik bisnis ramah lingkungan.

Acara tersebut juga membuka ruang dialog mengenai pembiayaan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Dengan demikian, UMKM dapat memperoleh pemahaman lebih luas mengenai peluang pendanaan yang mendukung transformasi bisnis mereka.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai ekonomi hijau. Selain itu, acara ini juga menghadirkan contoh nyata bagaimana UMKM dapat bertransformasi dengan mengangkat isu keberlanjutan.

“Melalui Permata Eco Fair 2026, kami ingin memulai langkah kecil yang memiliki dampak yang besar dengan memberikan pemahaman yang lebih membumi mengenai ekonomi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan, serta menghadirkan contoh nyata transformasi UMKM yang mengangkat isu keberlanjutan. Sebagai pelaku industri perbankan, kami bangga dapat menjembatani ekosistem perekonomian hijau dan berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui strategi pembiayaan yang semakin memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

Permata Bank mendorong penyaluran pembiayaan kepada kegiatan usaha yang memperhatikan dampak lingkungan dan sosial. Hal ini termasuk pembiayaan bagi pelaku UMKM yang mengembangkan produk berbasis ekonomi sirkular.

Selain itu, bank juga memperkuat proses due diligence berbasis ESG. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan telah melalui proses penilaian yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

Pengelolaan risiko iklim juga menjadi bagian penting dalam strategi bisnis bank. Langkah ini dilakukan agar penyaluran pembiayaan tetap selaras dengan prinsip keuangan berkelanjutan serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arah pengembangan industri keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan pembiayaan pada aktivitas ekonomi yang mendukung keberlanjutan.

Data OJK menunjukkan bahwa kredit hijau nasional mencapai Rp2.075 triliun pada Desember 2024. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan semakin besarnya perhatian industri keuangan terhadap sektor ekonomi berkelanjutan.

Permata Bank juga menetapkan target Net Zero Emission (NZE) operasional pada tahun 2030. Target ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung agenda nasional dalam menurunkan emisi karbon.

Melalui strategi pembiayaan net zero emission financing, bank berupaya membantu sektor usaha melakukan transisi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat perubahan menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Ke depan, Permata Bank menegaskan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama tersebut mencakup pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas UMKM.

Kolaborasi yang lebih luas diharapkan dapat mempercepat transformasi UMKM serta memperkuat ekosistem ekonomi berkelanjutan. Dengan langkah ini, sektor usaha nasional diharapkan semakin siap menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.