Dunia Berebut Pasokan Minyak, RI Dinilai Perlu Stop Ekspor Crude
Azura Yumna Ramadani Purnama
16 March 2026 11:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia menyarankan pemerintah melakukan lima langkah untuk memitigasi kenaikan harga dan pengetatan pasokan minyak dunia, termasuk melakukan penyetopan ekspor hasil lifting.
Pemerintah juga didesak untuk segera menetapkan skala prioritas pemanfaatan komoditas migas.
Ketua K3EPB UI Ali Ahmudi berpendapat penyetopan ekspor komoditas migas di dalam negeri perlu diterapkan agar pasokan domestik lebih terjaga. Pertama, dia menyarankan seluruh produksi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk dijual ke PT Pertamina (Persero).
“Itu harus digunakan untuk konsumsi dalam negeri. Walaupun itu menjadi milik KKKS, yang boleh-boleh saja pada masa-masa normal untuk dibawa ke negaranya, tetapi kami minta itu untuk dijual ke Pertamina, ke kilang-kilang Pertamina,” kata Ali ketika dihubungi, Senin (16/3/2026).
Kedua, Ali menyarankan pemerintah menyusun skala prioritas dalam pemanfaatan komoditas migas. Menurut dia, pasokan migas seharusnya terlebih dahulu diprioritaskan untuk kebutuhan bahan bakar nasional sebelum dimanfaatkan oleh industri lain seperti petrokimia dan pelumas.




























