Logo Bloomberg Technoz

Asing Keluar Rp18,6 T Ketika 'Burden Sharing' BI Kejutkan Pasar

Redaksi
05 September 2025 10:15

Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia menempuh lagi skema pembagian beban pembiayaan alias 'burden sharing' bersama Kementerian Keuangan untuk mendukung berjalannya program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti perumahan dan koperasi desa, agaknya membuat pasar gelisah di tengah tanda tanya banyak kalangan tentang pertaruhan independensi bank sentral.

Rencana yang terungkap dalam paparan Gubernur BI bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Selasa lalu, yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, itu cukup mengagetkan pasar. 

Hal itu terlihat dari pergerakan harga aset di pasar domestik yang cenderung melemah, bahkan ketika sentimen pasar global sebenarnya tengah mendukung penguatan emerging market. Rupiah, misalnya, melemah dua hari beruntun di pasar spot sampai penutupan Kamis kemarin meski dalam rentang terbatas. Sedangkan yield Surat Utang Negara (SUN) juga merayap naik lagi.


"Pergerakan ini menunjukkan reaksi negatif atas pemberitaan kebijakan burden sharing, tetapi investor agak berhati-hati dalam menanggapi pemberitaan tersebut. Kehati-hatian ini berlandaskan pada pengumuman yang bersifat tiba-tiba," komentar tim analis Mega Capital, di antaranya Lionel Priyadi, Nanda Rahmawati dan Muhammad Haikal.

Investor asing bergegas mengurangi posisi baik di saham maupun Surat Berharga Negara (SBN). Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikompilasi oleh Bloomberg, selama perdagangan pekan ini, yakni hingga data terakhir per 3 September, posisi kepemilikan asing di SBN berkurang Rp9,2 triliun menjadi Rp944,6 triliun.