Bunga Surat Utang Naik, Investor Hitung Risiko 'Burden Sharing'
Redaksi
04 September 2025 13:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tingkat bunga imbal hasil alias yield Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Kamis tengah hari ini (4/9/2025), hari terakhir perdagangan pekan pertama September, mayoritas bergerak naik.
Kenaikan yield mengindikasikan ada tekanan jual dari para investor pemegang surat utang, yang melemahkan harga. Para investor meminta imbalan lebih banyak dari langkah memegang surat utang terbitan pemerintah.
Hal itu sejalan dengan risiko yang dinilai meningkat menyusul kemunculan rencana burden sharing Bank Indonesia dan Pemerintah RI, demi membiayai berbagai program andalan Presiden Prabowo Subianto seperti program 3 Juta Rumah dan Koperasi Merah Putih.
Mengacu data realtime Bloomberg, mayoritas tenor SBN naik yield-nya, terutama dicatat oleh tenor panjang. Yield SBN-16Y dan 18Y masing-masing naik 1 basis poin (bps) dan 1,1 bps.
Sedangkan tenor acuan 10Y naik tipis 0,2 bps kini di 6,397%. Kenaikan yield juga dicatat tenor 2Y, sebanyak 0,5 bps.


























