Logo Bloomberg Technoz

“Ada masanya enak, ada masanya susah. Pernah juga sempat goyah, lihat teman nggak semangat jadi ikut goyah. Tapi kami tetap jalan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai naik omzetnya,” ungkap Risman

Berkat pendampingan dan pelatihan intensif dari Kilang Dumai, pendapatan kelompok Barter Jaya kini melonjak signifikan, mencapai Rp8–9 juta per bulan.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Dumai, Agustiawan, menegaskan keberhasilan Green Laundry menjadi bukti bahwa program TJSL perusahaan berfokus menghadirkan solusi jangka panjang, bukan sekadar bantuan sementara.

“Green Laundry ini membuktikan bahwa nelayan pesisir bisa beradaptasi dan mandiri melalui usaha baru. Kilang Dumai berkomitmen mendampingi masyarakat dalam menemukan peluang ekonomi alternatif, sehingga mereka tetap berdaya meski tantangan di laut semakin besar,” tandasnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan para nelayan Ngokang dalam mengelola Green Laundry tidak hanya menjadi kekuatan utama usaha ini, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi masyarakat lain.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kemauan belajar dan pendampingan yang tepat, usaha baru yang berkelanjutan bisa lahir dari kelompok masyarakat manapun,” lanjut Agustiawan.

Saat ini, Green Laundry tidak lagi sekadar usaha jasa cuci pakaian, melainkan wujud perubahan pola pikir masyarakat pesisir Dumai. Dari keterbatasan akses laut, para nelayan berhasil menemukan jalan baru untuk tetap mandiri, produktif, sekaligus ramah lingkungan.

Kisah Risman dan kelompoknya menjadi contoh nyata bagaimana program TJSL Pertamina mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mengurangi kemiskinan serta membuka peluang kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

(tim)

No more pages