Berdasarkan data BEI, volume perdagangan karbon domestik tumbuh 247,8% sejak peluncuran pasar. Di sisi lain, perdagangan karbon internasional yang diotorisasi mencatat transaksi 1,78 juta ton CO₂e.
Meski tumbuh pesat, capaian tersebut masih sangat kecil dibandingkan potensi yang pernah disampaikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, saat meresmikan Bursa Karbon pada 26 September 2023. Kala itu, ia menyebut Indonesia memiliki potensi kredit karbon hingga 1 gigaton CO₂ ekuivalen.
“Di catatan saya, ada kurang lebih 1 gigaton CO₂ potensi kredit karbon yang bisa ditangkap. Jika dikalkulasi, potensi bursa karbon kita bisa mencapai Rp3.000 triliun, bahkan bisa lebih,” ujar Jokowi dalam sambutannya saat peluncuran IDXCarbon.
(ell)
No more pages




























