Logo Bloomberg Technoz

Susul Goldman & UBS, Nomura Pangkas Rating Bursa Saham RI

Recha Tiara Dermawan
02 February 2026 12:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengelola investasi asal Jepang, Nomura menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. Hal serupa juga telah dilakukan oleh Goldman Sachs dan UBS.

Penurunan rekomendasi tersebut didasarkan pada meningkatnya risiko terkait investabilitas serta potensi arus keluar dana dari investor pasif, menyusul peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kemungkinan penurunan status Indonesia dari kategori emerging market.

Dalam laporan riset yang dikutip Bloomberg, analis Nomura menyebutkan bahwa peringatan MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia ke frontier market menjadi kejutan, baik bagi internal Nomura maupun pasar.


“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth, dalam catatannya, dikutip Senin (2/2/2026).

Nomura menjelaskan, sikap positif sebelumnya terhadap saham Indonesia didasarkan pada valuasi relatif yang dinilai menarik, ekspektasi stabilisasi ekonomi dan kinerja laba korporasi, serta rendahnya ekspektasi pasar setelah periode kinerja yang berkepanjangan.