Logo Bloomberg Technoz

Pasar Antisipasi Lanjutan Koreksi Usai IHSG Sentuh Level 9.000

Recha Tiara Dermawan
09 January 2026 08:20

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan aksi ambil untung alias profit taking usai  sempat menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Tekanan tersebut membuat pergerakan indeks berbalik ke zona merah di akhir sesi.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,22% ke posisi 8.925,47. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menembus level 9.000 sebelum akhirnya terkoreksi. Dari sisi sektoral, saham-saham basic material mencatatkan pelemahan terdalam seiring aksi profit taking setelah reli dalam beberapa hari terakhir. Sebaliknya, sektor transportasi justru mencatatkan penguatan terbesar dan menunjukkan rebound.

Di sisi makro, nilai tukar rupiah kembali tertekan dan diperdagangkan di level Rp16.785 per dolar AS di pasar spot pada Kamis (8/1). 


“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang tercatat lebih besar dari target,” ujar tim riset Phintraco Sekuritas, dikutip Jumat (9/1/2025).

Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG berada di area overbought dan berpotensi membentuk pola death cross. Selain itu, pergerakan indeks juga membentuk pola shooting star, yang mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah reli dan pencapaian level tertinggi baru.