Logo Bloomberg Technoz

Transaksi Bursa Karbon RI Rp77,9M, Jauh dari Potensi Rp3.000T

Recha Tiara Dermawan
12 August 2025 07:30

Ilustrasi Bursa Karbon (Bloomberg Technoz)
Ilustrasi Bursa Karbon (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Meski mencatatkan pertumbuhan signifikan usai diluncurkan pada 26 September 2023 lalu, realisasi perdagangan bursa karbon di Indonesia masih jauh di bawah potensi nasional yang diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 8 Agustus 2025 terdapat 117 pelaku dan pengguna jasa dalam ekosistem bursa karbon, dengan volume transaksi mencapai 1,6 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) dan frekuensi perdagangan 272 kali. Nilai transaksi akumulatif tercatat Rp77,96 miliar.

“Volume perdagangan mencapai 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai Rp77,96 miliar,” kata Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, I.B. Aditya Jayaantara, dalam konferensi pers peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Senin (11/8).


Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menambahkan, sejak dua tahun lalu perdagangan karbon domestik mencatat nilai Rp27,3 miliar dengan volume 1,7 juta ton CO₂e, dari total 3 juta ton CO₂e yang dapat diperdagangkan. 

“Kalau bicara karbon yang diperdagangkan, sudah 1,7 juta ton CO₂ ekuivalen,” ujarnya.