Juru bicara Kementerian Pertahanan Malaysia mengonfirmasi bahwa pembicaraan telah dimulai pada Senin.
Pemimpin sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyetujui pertemuan komite perbatasan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Atas permintaan Thailand, durasi pertemuan diperpanjang dari satu hari menjadi empat hari. Pada Kamis, hari terakhir pertemuan, menteri pertahanan dari kedua negara dijadwalkan hadir bersama pengamat dari Malaysia, Amerika Serikat, dan China, menurut pernyataan resmi pemerintah Thailand.
“Pertemuan kali ini bersifat luar biasa,” ujar Menteri Pertahanan Sementara Thailand, Nattaphon Narkphanit, pekan lalu. “Ini akan menjadi peluang bagi kedua pihak untuk bersama-sama mencari jalan keluar dalam meredakan ketegangan dan menyelesaikan persoalan keamanan perbatasan.” Pertemuan ini juga kemungkinan akan membahas pembentukan mekanisme pemantauan ASEAN yang lebih luas untuk wilayah perbatasan yang disengketakan.
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja berakar pada sengketa wilayah yang sudah berlangsung lama dan dipicu oleh peta serta perjanjian era kolonial yang mengatur batas wilayah mereka. Hubungan kedua negara relatif stabil sejak bentrokan pada 2011 yang juga menewaskan puluhan orang, sebelum kembali memanas dan berubah menjadi pertempuran hebat bulan lalu.
(bbn)






























