Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, JARR mencatat pendapatan yang bertambah 18,6% secara tahunan menjadi Rp2,04 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun 2025.
Alhasil, laba kotor JARR melejit 70,6% secara tahunan menjadi Rp300,1 miliar.
Pada saat yang sama, beban umum dan administrasi JARR tidak begitu naik signifikan, hanya 20% secara tahunan menjadi Rp36,98 miliar.
Mencermati lebih jauh pendapatan perusahaan berdasarkan produk, total pendapatan JARR didorong oleh melesatnya seluruh segmen penjualan, segmen fatty acid methyl ester (FAME) mencapai Rp1,72 triliun tumbuh 11,4%.
Senada, segmen crude glycerine (CG) menyumbang Rp111,44 miliar menguat 64%, segmen palm fatty acid distillate (PFAD) Rp105,18 miliar bertambah 81%, dan juga segmen minyak goreng Rp47,23 miliar melesat 129% year–on–year.
Kemudian, segmen kernel menyokong Rp33,41 miliar dengan pertumbuhan 105%, segmen fatty matter (FM) Rp15,54 miliar menguat 93%, dan segmen tandan buah segar (TBS) Rp2,18 miliar lebih besar 147%.
Kenaikan–kenaikan tersebut yang turut berkontribusi dalam mengerek kenaikan laba bersih JARR.
(fad/aji)





























