Beda Pandangan Kemenkeu & Ekonom Soal Kesepakatan Dagang RI-AS
Mis Fransiska Dewi
24 July 2025 13:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim hasil negosiasi Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik akan berdampak positif bagi aktivitas manufaktur di Tanah Air.
“Kan kita sudah tahu bahwa hasil dari negosiasi tarif itu berdampak positif bagi aktivitas manufaktur kita,” kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu ditemui di Kompleks Parlemen, Kamis (24/7/2025).
Febrio menyebut pertumbuhan ekonomi sebelumnya terancam bisa melambat ke level 4,7%, terutama jika tarif dagang Trump berada di level 32% seperti dalam keputusan awal. Akan tetapi, setelah tarif Trump turun menjadi 19%, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bakal rebound di atas 5% untuk semester II tahun ini.
“Dengan tarif yang lebih baik ini kita melihat pertumbuhan ekonomi bisa rebound di atas 5% untuk paruh kedua, nanti kita coba lihat lagi,” ujarnya.
Di sisi lain, Febrio menyebut sektor manufaktur hingga saat ini kontribusinya masih cukup besar terhadap penerimaan perpajakan. Meskipun demikian, semua sektor industri harus bisa berkontribusi terhadap penerimaan negara.

































