Proyek ini memiliki nilai strategis karena terhubung ke Pelabuhan Patimban yang jaraknya sekitar 40 km dan sedang dalam proses konektivitas via jalan tol baru.
Kendati outlook jangka panjang dinilai positif, analis tetap memberikan catatan atas proyeksi keuangan SSIA.
Dalam laporan riset Ciptadana Sekuritas, disebutkan bahwa target harga saham SSIA dinaikkan menjadi Rp1.930/saham, dari sebelumnya Rp1.390/saham seiring peningkatan valuasi lahan.
Namun demikian, proyeksi pendapatan SSIA untuk 2025 dan 2026 justru dipangkas masing-masing sebesar 14,6% dan 20,1%, karena realisasi pengakuan penjualan lahan yang lebih lambat dari perkiraan semula.
Masuk ke HEAL
Cerita serupa terjadi di saham HEAL. Grup Djarum secara resmi menjadi pemegang saham HEAL melalui akuisisi 559,19 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan oleh emiten rumah sakit tersebut.
Saham-saham itu dilepas di luar bursa dengan harga Rp1.875 per saham, atau sekitar 32% lebih tinggi dari harga pasar saat itu di kisaran Rp1.420. Nilai total transaksinya mencapai sekitar Rp1,04 triliun.
Transaksi ini menjadikan Dwimuria sebagai pemegang saham strategis, menyusul Grup Astra yang lebih dulu masuk ke HEAL. Namun demikian, langkah Djarum ini juga diambil saat Hermina belum membukukan kinerja optimal.
RHB Sekuritas dalam risetnya mencatat bahwa laba bersih HEAL pada kuartal I/2023 hanya mencapai Rp109 miliar, turun 2,1% secara tahunan dan baru memenuhi 22% dari target tahun penuh. Margin laba juga menyempit akibat masih tingginya beban investasi teknologi dan pembaruan alat kesehatan.
Meski begitu, RHB tetap mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham HEAL, dengan target harga Rp1.630 per saham. Salah satu katalis utama yang diantisipasi adalah dampak penuh dari kenaikan tarif BPJS dan optimalisasi skema Coordinated Benefit (COB), yang memungkinkan shifting pasien dari skema pembiayaan penuh ke kombinasi BPJS dan swasta.
Manajemen HEAL juga masih mematok target pendapatan tahun penuh di kisaran Rp5,7–5,9 triliun, sedikit lebih rendah dari proyeksi analis.
Dari sisi ESG (environmental, social, governance), HEAL mencetak skor tinggi dalam evaluasi RHB Sekuritas. Perusahaan dinilai unggul dalam tata kelola dan kepatuhan informasi pasar, dengan catatan kecil terkait transparansi target energi ke depan.
(dhf)
























