Logo Bloomberg Technoz

Jelang Pidato Nota Keuangan, Ini Beda RAPBN 2026 dan APBN 2025

Pramesti Regita Cindy
15 August 2025 06:20

Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dabn RAPBN 2025 (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dabn RAPBN 2025 (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Pidato Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam Sidang Paripurna di DPR RI siang hari ini, Jumat (15/8/2025).

Pembahasan utama Nota Keuangan tentu tak akan terlepas dari asumsi dasar ekonomi makro 2026 yang telah disepakati pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam Sidang Paripurna sebelumnya.

Bila mengacu pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2026, sejumlah indikator mengalami perubahan dibanding asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2025.


Jika dilihat, pemerintah dan Banggar DPR RI telah menyepakati komponen target pertumbuhan ekonomi pada 2026 akan berada pada kisaran 5,2%-5,8%, Angka ini lebih besar dibanding target dalam APBN 2025 yang hanya sebesar 5,2%.

Kemudian, Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan 6,6%-7,2% pada 2026. Angka tersebut sedikit lebih rendah di batas bawah dibanding target 7,0% tahun ini.