Logo Bloomberg Technoz

Selama setahun terakhir, bijih besi telah kehilangan sekitar 15% nilainya seiring melemahnya ekonomi China—konsumen terbesar global. Prospek permintaan juga tertekan oleh pasokan yang melimpah dari Australia dan Brasil, dua eksportir terbesar.

Harga bijih besi menuju penutupan tertinggi sejak Mei 2025. (Bloomberg)

Analis Goldman Sachs Inc. dalam riset tertanggal Kamis menyebut bahwa meskipun mereka masih berhati-hati terhadap janji penyelesaian cepat atas kelebihan kapasitas dalam pasar baja global yang mencapai 1 miliar ton per tahun, harga bijih besi berpotensi bertahan di kisaran US$95–100 per ton dalam jangka pendek.

“Untuk mendorong penurunan produksi baja dan konsumsi bijih besi, permintaan domestik atau ekspor harus melemah, atau perlu ada pemangkasan produksi secara wajib,” kata Aurelia Waltham, analis ferrous di Goldman Sachs, yang tetap mempertahankan proyeksi harga akhir tahun di US$90 per ton.

“Kami percaya pertumbuhan pasokan akan membatasi potensi kenaikan, sehingga harga di atas US$100 per ton sulit dipertahankan.”

Goldman juga menyoroti penurunan harga bijih besi telah mendorong lonjakan impor dari India, yang menyebabkan posisi ekspor-impor negara tersebut menjadi seimbang.

Belakangan lembaga riset itu membuka peluang revisi naik terhadap proyeksi 2026. Estimasi sebelumnya memperkirakan India baru akan menjadi importir neto di akhir 2026, saat harga turun ke US$80 per ton.

Kontrak bijih besi di Bursa Singapura naik 0,2% menjadi US$96,75 per ton pada pukul 10:22 waktu setempat, menuju kenaikan mingguan sebesar 2,2%. Sementara itu, kontrak berdenominasi yuan di Bursa Dalian juga menguat. Kontrak baja di Shanghai turut menguat.

Di sisi lain, harga tembaga melemah bersama mayoritas logam industri lainnya, setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Harga tembaga di London Metal Exchange turun 0,4% menjadi US$9.913 per ton, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir Maret pada Rabu. Harga aluminium juga turun 0,2%.

(bbn)

No more pages