Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santo—yang akrab disapa Busan—menyampaikan bahwa penyusunan regulasi perpajakan untuk sektor e-commerce ini tengah ditangani oleh Kementerian Keuangan untuk kelanjutannya. Namun, dia menekankan hal ini dilakukan semata untuk pentingnya menciptakan ekosistem perdagangan yang adil antara pedagang online maupun offline.
"Jadi supaya bisa ekosistem itu bisa berjalan dengan baik bareng-bareng, makanya tadi saya bilang, sekarang ini kan masa transisi offline dan online. Jadi transformasi antara offline dan online itu harus kita jaga supaya berjalan dengan mulus gitu ya."
60 Juta Produk Ekspor UMKM
Pada bagian lain, Shopee mencatat bahwa sebanyak 60 juta produk UMKM sudah diekspor ke pasar global sejak 2019 hingga semester I-2025, melalui program Ekspor Shopee.
Adapun dalam penjelasan Balques, rinciannya, 50 juta produk UMKM sepanjang periode 2019-2024 dan 10 juta produk lokal pada semester I-2025. Khusus di paruh pertama tahun ini, pasar ekspor terdiri atas kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
"Sejak awal program Ekspor Shopee hadir, Alhamdulillah, sudah lebih dari 50 juta produk UMKM lokal terekspor ke kawasan-kawasan tersebut," tutur Balques.
"Jadi 60 juta produk yang tadi destinasinya sudah dijelaskan dan perlengkapan beberapa produk yang memang menjadi favorit. Yaitu fashion, keperluan rumah tangga, dan perlengkapan olahraga," pungkas Balques.
(prc/wep)































