Carolyn juga menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mempercepat agenda reformasi domestik. Di mana, agenda itu berfokus pada deregulasi, memperbaiki lingkungan bisnis, menarik investasi swasta, dan memperkuat sumber daya manusia.
Katanya, reformasi struktural ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang akan menguntungkan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah agenda reformasi perumahan dan infrastruktur.
"Saya hanya ingin menunjukkan secara singkat tiga temuan yang kami miliki dari analisis dan tinjauan kami sendiri terhadap kerangka kerja strategis," sebutnya.
Pertama, pembangunan perumahan adalah mesin pertumbuhan. Ini menyumbang 10% terhadap PDB Indonesia, dan menyediakan 7% dari total pekerjaan.
Kedua, kebijakan dan investasi yang dirancang untuk memaksimalkan dampak dari setiap dana yang dibelanjalan untuk mendukung target program pembangunan perumahan. Dengan menyeimbangkan kembali alokasi dana dapat menjangkau lebih banyak layanan perumahan.
Ketiga, untuk memobilisasi modal swasta yang dibutuhkan pemerintah dapat mengadopsi perubahan dengan menghilangkan distorsi pasar, membangun kepercayaan, dan memastikan investor domestik dan asing dapat mencari peluang investasi di pasar perumahan.
(lav)






























