Logo Bloomberg Technoz

Tri juga mengungkapkan masih banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang menyimpan emas hitam selain WK Bobara, misalnya, WK Gaea I dan WK Gaea II di Papua Barat, WK Akimeugah I dan Akimeugah II di Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Tri mengatakan sejumlah blok migas di Papua itu bisa digarap oleh TotalEnergies, lantaran potensi cadangan migas yang besar pada blok tersebut.

Vice President of International Assets Upstream Petronas Mohd Redhani Abdul Rahman menuturkan selepas divestasi PI ke TotalEnergies, Petronas saat ini memegang 75,5% PI di WK Bobara.

"Saya pikir ini pertanda yang sangat bagus bahwa perusahaan seperti Total mempertimbangkan kembali ke Indonesia dan kami juga gembira untuk mendatangkan kolaborasi kami bersama dengan Total di Indonesia,” ujar Redhani.

Sementara itu, Chairman dan CEO TotalEnergies Patrick Pouyanne menyambut baik kerja sama antara Petronas dan TotalEnergies dalam mengelola blok migas di Indonesia.

Selain akan mendatangkan keuntungan di masa depan, aksi korporasi tersebut juga akan meneguhkan posisi TotalEnergies sebagai produsen gas, baik di Malaysia maupun negara lainnya.

"Total Energies telah memantapkan dirinya sebagai produsen gas yang signifikan di Malaysia. Kami senang dapat memperluas kehadiran kami di negara ini,” kata Patrick.

Akuisisi PI TotalEnergies dari Petronas ditandai dengan Penandatanganan Farm Out Agreement (FOA) antara Petronas dan TotalEnergies yang berlangsung pada gelaran Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur. 

Petronas nantinya akan tetap menjadi operator di WK Bobara melalui anak perusahaannya, Petronas Energy Bobara Sdn Bhd. Sementara TotalEnergies akan memperkuat eksekusi program eksplorasi dan pengembangan blok tersebut.

Sebagai informasi, WK Bobara dengan luas area 8.444,49 kilometer persegi memiliki potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 6,8 Billion Barrel Oil Equivalent (BBOE).

Kontrak Bagi Hasil WK Bobara merupakan WK Eksplorasi dengan jangka waktu 30 tahun yang ditandatangani pada Mei 2024 lalu dengan komitmen pasti senilai US$16,92 juta, terdiri dari 3 studi Geologi dan Geofisika (G&G) dan survei seismic resolution seluas 2.000 kilometer persegi, serta bonus tanda tangan sebesar US$50.000.

(mfd/naw)

No more pages