Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, Ivan menegaskan bahwa perusahaan akan tetap melanjutkan bisnis sebagai platform pendanaan berbasis teknologi atau marketplace lending, dengan fokus pada pendanaan bagi pelaku UKM.

Sejak berdiri pada 2017, Akseleran memposisikan diri sebagai solusi atas kesenjangan pembiayaan (funding gap) UMKM yang disebut mencapai Rp2.000 triliun per tahun. Produk pinjaman yang ditawarkan antara lain invoice financing, PO financing, dan inventory financing.

Namun kini, reputasi Akseleran terguncang setelah muncul keluhan masif dari para lender terkait pembayaran yang macet. Beberapa pengguna mengungkapkan pengalamannya melalui media sosial, menyebut adanya potensi gagal bayar hingga ratusan miliar rupiah.

Akseleran Seret Influencer Felicia Tjiasaka (Dok. TikTok @felicia.tjiasaka)

Salah satu lender, Anita Carolina, mengaku hanya menerima pengembalian sekitar Rp300 ribu pada akhir April lalu atau hanya 0,02% dari total dana yang disalurkan. 

Ia juga menyebut tingkat imbal hasil yang diterima jauh dari ekspektasi awal, yakni hanya sekitar 6,97 persen per tahun, setara instrumen pasar uang. 

“Awalnya saya percaya karena disebutkan pendanaan dijamin asuransi 99%. Tapi ternyata, dana saya tidak di-cover,” ujarnya lewat akun TikTok @anitacarolina612.

Di tengah gelombang kekecewaan lender, nama influencer keuangan Felicia Putri Tjiasaka ikut terseret. Felicia diketahui pernah menyebut Akseleran dalam konten edukasi finansialnya, sehingga menimbulkan persepsi publik bahwa ia ikut membentuk kepercayaan terhadap platform tersebut.

Merespons hal tersebut, Felicia merilis klarifikasi melalui akun Instagram @felicia.tjiasaka pada 18 Juni 2025. Ia mengaku sempat menjadi lender Akseleran sejak 2020 dan berhenti pada 2023. 

“Saya minta maaf karena menjadi manusia yang bisa dan sering salah. Namun saya tidak kabur,” ujarnya.

Ia juga mengaku sebagian dananya ikut macet meskipun dalam jumlah kecil karena menggunakan fitur auto lending.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Akseleran terkait nilai pasti tunggakan ataupun rencana penyelesaiannya. Sementara para lender masih menunggu kejelasan soal pengembalian dana mereka.

(dhf)

No more pages