Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo menyampaikan rebranding ini mencerminkan transformasi menyeluruh yang sedang berlangsung di tubuh Bank DKI.
Hal itu meliputi penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan budaya kerja. Kemudian akselerasi transformasi digital dan integrasi layanan berbasis ekosistem; modernisasi infrastruktur IT dan peningkatan keamanan siber; dan penguatan fungsi intermediasi, produktivitas kredit, serta akuisisi dana murah secara berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PT Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan penggunaan call name dan logo baru Bank Jakarta akan diterapkan secara bertahap, dan dalam masa transisi masih akan digunakan bersama dengan identitas sebelumnya.
“Semua hubungan hukum dengan nasabah dan mitra tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan,” imbuhnya.
Arie juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan perubahan identitas Bank DKI, dan memastikan seluruh informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal resmi bank dan Call Center.
(lav)
































