Logo Bloomberg Technoz

Luhut: RI Mau Bangun Industri Offtaker Buat Smelter Nikel RKEF

Mis Fransiska Dewi
05 June 2025 14:00

Pabrik peleburan baja cair dari tanur tinggi. Dengan AKI dalam membantu produsen memangkas biaya dan reduksi emisi karbon. (Dok: Bloomberg)
Pabrik peleburan baja cair dari tanur tinggi. Dengan AKI dalam membantu produsen memangkas biaya dan reduksi emisi karbon. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah berencana membangun industri manufaktur untuk menjadi offtaker produk hilirisasi nikel dari smelter pirometalurgi.

Smelter pirometalurgi yang berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) membutuhkan nikel kadar tinggi atau saprolit untuk diolah menjadi nickel pig iron (NPI), feronikel (FeNi), atau nickel matte sebagai bahan baku penting dalam pembuatan baja nirkarat atau stainless steel.

“Soal stainless steel, kita lihat ekosistemnya. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Untuk stainless steel, pekan lalu saya di China, saya minta mereka untuk [masuk ke] industri hilir seperti pharmaceutical. Misalnya pabrik peralatan operasi; kitchen set seperti garpu, pisau, dan sebagainya; lalu housing,” kata Luhut di sela acara Critical Minerals Conference & Expo, Kamis (5/6/2025).


Dengan demikian, kata Luhut, hilirisasi bijih nikel tidak hanya berhenti sampai pada tataran smelter, tetapi berlanjut ke sektor-sektor yang lebih hilir. Harapannya, pembukaan lapangan kerja dari upaya hilirisasi nikel pun akan melebar. 

Panci dan wajan stainless steel./Bloomberg-David Paul Morris

Selain dari smelter pirometalurgi, pemerintah juga fokus membangun industri offtaker untuk produk turunan nikel yang dihasilkan dari smelter hidrometalurgi atau yang berbasis high pressure acid leach (HPAL)