Bahlil Cari Alternatif Stok Sulfur Usai Pasokan Timteng Tersendat
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 March 2026 17:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tengah mencari alternatif pasokan sulfur untuk smelter nikel hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).
Langkah tersebut dilakukan usai adanya potensi pengetatan pasokan sulfur dari Timur Tengah gegara penutupan jalur perdagangan global di Selat Hormuz.
“Semuanya sedang kita cari alternatif-alternatif terbaik agar semua industri kita bisa berjalan dengan baik ya,” kata Bahlil kepada awak media, di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).
Dalam riset Shanghai Metal Market (SMM), lebih dari 75% impor sulfur indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. SMM memprediksi penutupan Selat Hormuz memengaruhi biaya produksi dan stabilitas pasokan mixed hydroxide precipitate (MHP) Indonesia.
Sulfur sendiri digunakan sebagai bahan baku dalam produksi produk antara nikel seperti MHP, melalui proses HPAL atau pelindian asam bertekanan tinggi. Memproduksi 1 ton MHP membutuhkan sekitar 11,7 ton sulfur. Adapun, MHP merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik.
































