Trump Tagih Bantuan Militer, Sekutu Eropa-Asia Abaikan Seruan AS
News
17 March 2026 09:00

Peter Martin, Alex Wickham dan Josh Xiao - Bloomberg News
Bloomberg, Setelah bertahun-tahun merasa dipinggirkan oleh kebijakan Donald Trump, para sekutu Amerika Serikat (AS) di Eropa dan Asia kini tidak menunjukkan tanda-tanda untuk tunduk pada tuntutan Washington. Trump meminta mereka mengirimkan kapal perang ke tengah konflik yang ia mulai sendiri—dan bahkan ia klaim telah dimenangkan.
Respons para sekutu terhadap seruan bantuan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi seperlima pasokan minyak dunia, berkisar dari sikap hati-hati, ambivalensi, hingga penolakan terang-terangan. Pejabat Eropa tengah memperdebatkan apakah akan mengalihkan misi angkatan laut Laut Merah ke Hormuz. Namun, langkah ini membutuhkan persetujuan bulat dan menghadapi hambatan besar di beberapa ibu kota, termasuk Berlin. Di Asia, mitra utama seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel) juga belum memberikan komitmen apa pun.
"Ada yang sangat antusias, ada yang kurang antusias, dan saya asumsikan ada yang tidak akan melakukannya," ujar Trump kepada wartawan di Washington, Senin (16/3), saat ditanya soal negara-negara yang merespons permintaannya. "Mereka seharusnya melompat untuk membantu kita, karena selama bertahun-tahun kita telah membantu mereka agar tidak terhindar dari perang."
Keengganan ini bukanlah hal mengejutkan. Tanpa berakhirnya perang dengan Iran, membuka kembali jalur perairan sempit tersebut membutuhkan upaya multilateral—jenis kolaborasi yang justru sering dicemooh oleh Trump. Kini, ia terpaksa bergantung pada mitra yang selama bertahun-tahun ia tekan terkait isu perdagangan, belanja pertahanan, dan norma demokrasi. Sebagian pihak bahkan meragukan apakah jalur itu bisa dibuka selama Iran masih mampu mengancam pelayaran. Namun melibatkan sekutu juga berarti membagi risiko—serta tanggung jawab politik—atas krisis yang telah mendorong harga minyak melonjak.





























