Logo Bloomberg Technoz

Encyclopedia Britannica Gugat OpenAI karena Langgar Hak Cipta

Merinda Faradianti
17 March 2026 11:35

Encyclopedia Britannica dan Merriam-Webster mengajukan gugatan terhadap OpenAI (Diolah)
Encyclopedia Britannica dan Merriam-Webster mengajukan gugatan terhadap OpenAI (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Encyclopedia Britannica dan Merriam-Webster mengajukan gugatan terhadap OpenAI. Mereka menuduh bahwa OpenAI telah melakukan pelanggaran hak cipta secara besar-besaran, seperti dilansir dari TechChrunch pada Rabu (17/3/2026).

Dalam gugatannya, Encyclopedia Britannica telah mempertahankan hak cipta mereka untuk hampir 100.000 artikel online, namun semua itu digunakan untuk melatih LLM OpenAI tanpa izin.

Bunyi gugatan menampilkan argumentasi bahwa ChatGPT telah merampas pendapatan dari publisher berbasis web seperti Encyclopedia Britannica karena layanan chat bot ini “melahirkan respons atas pertanyaan user yang yang menjadi alternatif dan bersaing langsung dengan konten dari penerbit seperti [Britannica].” 

Tak hanya itu, gugatan tersebut menyebutkan bahwa OpenAI melanggar undang-undang hak cipta ketika menghasilkan output yang berisi ‘reproduksi kata demi kata penuh atau sebagian’ dalam alur kerja RAG atau retrieval augmented generation ChatGPT.

Tool RAG OpenAI sendiri adalah cara pemrograman AI pembelajaran mendalam yang telah dilatih dengan data dalam jumlah besar, atau LLM, memindai web atau basis data untuk informasi yang baru diperbaharui saat menanggapj pertanyaan.

Encyclopedia Britannica menuduh bahwa OpenAI juga melanggar undang-undang Lanham. Sebuah undang-undang merek dagang, dan menyangkut-pautkan secara salah kepada penerbit.

Encyclopedia Britannica menyebut bahwa ChatGPT membahayakan akses publik yang berkelanjutan ke informasi online berkualitas tinggi dan dapat dipercaya.

“ChatGPT membuat penerbit web seperti [Britannica] kelaparan pendapatan dengan menghasilkan tanggapan atas pertanyaan pengguna yang menggantikan, dan secara langsung bersaing dengan konten dari penerbit seperti [Britannica],” bunyi gugatan tersebut.

Tak hanya Encyclopedia Britannica saja yang menggugat OpenAI dalam perkara hak cipta, namun sejumlah penulis dan penerbit lainnya. Seperti New York Times, Ziff Davis sebagai pemilik Mashable, CNET, IGN, PC, dan Mag. Kemudian, Chicago Tribune, Denver Post, Sun Sentinel, Toronto Star, dan Canadian Broadcasting Corporation.

Gugatan Encyclopedia Britannica ini disebut tidak ada preseden hukum yang kuat dalam penetapan apakah menggunakan konten berhak cipta untuk melatih LLM adalah pelanggaran hak cipta.

Anthropic juga pernah melakukan hal serupa, ia berhasil meyakinkan hakim federal William Alsup bahwa kasus yang menggunakan konten sebagai data pelatihan dinilai cukup transformatif untuk menjadi legal.

Tetapi, Alsup berpendapat bahwa Anthropic melanggar hukum dengan mengunduh jutaan buku secara ilegal daripada membayarnya, yang menjamin penyelesaian gugatan class action senilai US$1,5 miliar untuk penulis yang terkena dampak.