Ekonom: PHK Berkedok Efisiensi Jadi Upaya TikTok Kejar Profit
Redaksi
03 June 2025 11:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Izzudin Al Farras Adha, ekonom digital dan peneliti Center of Digital Economy and Small Medium Enterprises di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menilai kabar rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan staf Tokopedia-TikTok pada bulan Juli 2025 mendatang, menunjukkan belum tuntasnya upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan pasca keduanya menjalin kemitraan strategis di awal 2024.
Menurut Izzudin, efisiensi adalah alasan menutupi keputusan PHK. Target yang ingin dicapai TikTok-Tokopedia adalah menggapai tingkat profitabilitas lebih cepat. Pemangkasan jumlah karyawan, yang dilaporkan Bloomberg News akan menyisakan 2.500 orang, akan mengurangi pos biaya “yang dianggap beban, [yaitu] biaya tenaga kerja,” jelas dia saat berbincang dengan Bloomberg Technoz di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Lebih jauh Izzudin menerangkan bahwa PHK perusahaan mengarah pada upaya membuat seluruh operasional bergantung pada sistem milik TikTok. Alhasil, “justru layanan pada Tokopedia akan semakin berkurang.”
Ia menyoroti kegagalan proses integrasi yang telah dilakukan TikTok dan Tokopedia pada periode sebelumnya, sehingga “membuat UMKM banyak mengirimkan komplain kepada Tokopedia karena kesulitan untuk beradaptasi dalam sistem terintegrasi tersebut.
Di 2024, TikTok Tokopedia juga melakukan PHK 450 pekerja usai kemitraan keduanya yang bernilai US$1,5 miliar tuntas pada bulan Januari tahun yang sama. Menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini mengungkapkan PHK saat itu setara dengan 9% dari toal karyawan perusahaan, dikutip dari Bloomberg News, 12 Juni 2024.































