Logo Bloomberg Technoz

Suplai BBM Volatil, Pembatasan Impor SPBU Swasta Disarankan Batal

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 March 2026 10:00

Poster bertuliskan Sedang Tidak Bisa Digunakan tergantung di noozle SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Poster bertuliskan Sedang Tidak Bisa Digunakan tergantung di noozle SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economics (Core) menyarankan pemerintah membatalkan pembatasan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel dan bensin bagi operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.

Terlebih, badan usaha (BU) swasta tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah mengamankan stok domestik di tengah ketatnya pasokan global akibat konflik yang makin memanas di kawasan Teluk Persia.

Ekonom energi Core Muhammad Ishak Razak berpendapat, dalam kondisi saat ini, SPBU swasta justru dapat membantu menyerap sebagian kebutuhan BBM dan menopang PT Pertamina (Persero) jika terdapat peningkatan antrean di SPBU pelat merah tersebut.


Selain itu, Ishak memandang pemerintah perlu mendorong operator SPBU swasta untuk memiliki cadangan minimal yang dapat membantu meningkatkan cadangan BBM nasional.

“Adapun rencana pengetatan impor SPBU swasta juga agak kontradiktif dengan upaya mengamankan kan pasokan domestik di tengah mengetatnya pasokan global,” kata Ishak ketika dihubungi, Rabu (18/3/2026).

Suasana sepi di SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)