Minyak Melonjak Usai Iran-Israel Saling Serang Fasilitas Energi
News
19 March 2026 06:30

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia kembali merangkak naik setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan terhadap fasilitas energi utama di Timur Tengah. Insiden ini semakin mengacaukan pasar saat konflik memasuki pekan ketiga.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) yang paling aktif diperdagangkan melonjak hingga 3,4% ke level US$98,69 per barel pada perdagangan Kamis (19/3) pagi. Sementara itu, Brent ditutup mendekati US$107, dan harga gas acuan Eropa melesat 6% pada Rabu. Eskalasi ini dipicu oleh serangan Iran terhadap situs LNG utama di Qatar, sebagai balasan atas gempuran terhadap ladang gas utama Iran, South Pars.
Sejak awal perang, harga minyak telah melonjak sekitar 50%. Konflik ini melumpuhkan jalur pelayaran Selat Hormuz dan memangkas sebagian besar produksi minyak serta gas di kawasan. Hingga saat ini, industri hulu energi Iran relatif terhindar dari kerusakan besar, namun serangan terbaru ini menghancurkan harapan akan pembatasan eskalasi yang berdampak pada pasokan jangka panjang.
Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengetahui rencana serangan Israel ke ladang South Pars sebelumnya, namun ia berharap tidak ada lagi serangan susulan ke situs energi Iran, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal. Meski demikian, Trump sempat menegaskan bahwa penargetan infrastruktur minyak di Pulau Kharg—pusat ekspor utama Iran—tetap menjadi opsi yang dipertimbangkan.


























