Logo Bloomberg Technoz

Libur Panjang, Rupiah Offshore Tembus Rp17.000-an/US$ Lagi

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 March 2026 07:30

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kembali terpuruk di mancanegara, saat pasar domestik libur panjang pekan ini. Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) memasuki era Rp17.000-an/US$, di tengah kenaikan harga minyak, menguatnya dolar AS, dan keputusan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan. 

Rupiah di pasar offshore kembali dibanderol Rp17.026/US$ pada 07.08 WIB. Rupiah tembus di level Rp17.029/US$ pada penutupan perdagangan offshore kemarin dengan pelemahan 0,32%. 

Nilai kontrak rupiah di pasar offshore dalam tiga hari terakhir pada Kamis 07.08 WIB (19/3/2026). (Bloomberg)

Pelemahan rupiah di pasar offshore disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, lonjakan harga minyak mentah. Minyak Brent sempat melonjak hingga US$111,75 per barel pada 03.36 WIB, dan saat ini bertahan di level US$107,38 per barel, menjadi posisi tertinggi sejak Juni 2022. 


Kenaikan harga ini terjadi menyusul penyerangan Iran di kompleks Qatar yang mencakup fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia. Abu Dhabi juga telah menghentikan operasi di  fasilitas gas Habshan. Serangan ini terjadi setelah satu ladang gas milik Iran diserang. 

Kedua, keputusan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang mempertahakankan tingkat suku bunga di level 3,50%-3,75% setelah rapat FOMC tadi malam, sesuai perkiraan pelaku pasar.