Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Bagi Proyek PLTS 100 GW ke Dua Skema, Tahap Awal 13 GW

Dovana Hasiana
18 March 2026 12:50

PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Dok. PLN)
PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Dok. PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari membeberkan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW) yang  terbagi menjadi dua kategori. 

Qodari mengatakan PLTS yang terhubung dengan jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ditargetkan mencapai 89,1 gigawatt peak (GWp) dengan dukungan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 124,1 gigawatt-jam (GWh). 

“Sedangkan PLTS non-PLN untuk pemakaian sendiri dan sistem off-grid ditargetkan 11,7 GWp dengan BESS sebesar 21,8 GWh,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026). 


Sebagai tahap awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan 13 GW dari total target 100 GW, terutama di wilayah yang telah memiliki infrastruktur distribusi listrik. 

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan PLTS off-grid isolated melalui program listrik desa, yang memberikan akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil. Ini merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya mandiri yang beroperasi penuh tanpa terhubung ke jaringan PLN (independen).