Logo Bloomberg Technoz

Sentimen Perang dan Suku Bunga The Fed Tekan Bursa Saham Asia

News
19 March 2026 08:15

Ilustrasi aktivitas pekerja pada perdagangan bursa Asia. (Dok Bloomberg)
Ilustrasi aktivitas pekerja pada perdagangan bursa Asia. (Dok Bloomberg)

Shikhar Balwani - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia merosot pada pembukaan perdagangan Kamis (19/3) pagi. Pelemahan ini dipicu oleh serangan terhadap infrastruktur energi vital di tengah eskalasi perang Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 2,4% menjelang keputusan suku bunga domestik, sementara indikator saham Asia secara luas turun lebih dari 1,3% karena investor mulai membatasi aset berisiko. Di Amerika Serikat (AS), kontrak berjangka (futures) bergerak lebih rendah setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 1,4% pada penutupan Rabu.


Harga minyak mentah jenis Brent melesat di atas US$111 per barel. Serangan balasan antara Iran dan Israel yang menyasar fasilitas energi kritis—termasuk kerusakan pada kilang ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia di Qatar—memicu kekhawatiran akan dampak konflik yang lebih panjang terhadap pasokan global.

Di pasar obligasi, surat utang AS (Treasury) mengalami aksi jual massal pada Rabu, yang mendorong imbal hasil (yield) naik dan memperkuat posisi dolar. Hal ini terjadi setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyatakan bahwa konflik Iran menambah ketidakpastian baru pada prospek inflasi, sehingga arah kebijakan suku bunga menjadi lebih sulit diprediksi. Dalam rapat tersebut, pejabat The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga dan tetap memproyeksikan hanya satu kali pemangkasan tahun ini.

Indeks MSCI. (Sumber: Bloomberg)