Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran Tarif AS Bikin Saham Asia dan Wall Street Melemah

News
30 May 2025 14:30

Suasana perdagangan saham di Wall Street. (Bloomberg)
Suasana perdagangan saham di Wall Street. (Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy-Bloomberg News

Bloomberg, Saham Asia dan kontrak berjangka indeks Wall Street melemah di tengah kekhawatiran bahwa tarif perdagangan era Presiden Donald Trump akan tetap diberlakukan. Pemerintah AS menyatakan tetap akan mempertahankan kebijakan tarif tersebut, meski tengah berhadapan dengan gugatan hukum.

Indeks acuan saham Asia turun 0,5%, mengoreksi kenaikan bulanan yang merupakan kenaikan terbesar sejak November 2023. Koreksi terjadi karena pelaku pasar menanti kejelasan status hukum atas rencana penaikan tarif Trump. Sentimen investor turut tertekan setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah AS mempertimbangkan upaya darurat untuk mengenakan tarif secara luas terhadap perekonomian global. Di sisi lain, saham Hong Kong terkoreksi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut bahwa pembicaraan dagang dengan China "sedikit tersendat".


Dolar AS menguat tipis, memangkas tekanan selama lima bulan berturut-turut. Jika tren tersebut bertahan, ini akan menyamai periode pelemahan terpanjang sejak 2020. Sementara itu, yen Jepang terapresiasi setelah data menunjukkan inflasi di Tokyo melonjak pada laju tercepat dalam dua tahun terakhir.

Ketidakpastian seputar legalitas kebijakan tarif baru Presiden Trump kembali mendominasi sentimen pasar keuangan. Kondisi ini mendorong investor untuk mengkaji ulang posisi mereka pada aset berisiko. Laporan ekonomi terbaru menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami kontraksi pada awal tahun, dipicu oleh belanja konsumen yang lemah dan tekanan perdagangan yang lebih besar dari estimasi sebelumnya.