Logo Bloomberg Technoz

3 Siasat BI Jaga Moneter di Tengah Eskalasi Perang Timteng

Mis Fransiska Dewi
17 March 2026 20:20

Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyampaikan akan mengoptimalkan tiga instrumen yakni intervensi nilai tukar rupiah, kecukupan cadangan devisa, dan memperkuat kebijakan suku bunga di tengah eskalasi perang di Timur Tengah yang masih memanas. 

“Kami terus akan mengoptimalkan monitor tiga instrumen, intervensi [rupiah], kecukupan cadangan devisa, dan memperkuat kebijakan suku bunga,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (17/3/2026). 

Perry menyebut perang di Timur Tengah sangat berdampak buruk terhadap pasar keuangan global. Menurutnya, aliran modal portofolio asing keluar dari negara-negara emerging market, tidak terkecuali Indonesia. 


Tak hanya itu, tekanan terhadap nilai tukar karena menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) juga terjadi terhadap mata uang emerging market termasuk Indonesia. 

Kondisi itu, juga berdampak terhadap tingginya yield US century di Amerika yang berdampak pada tingginya suku bunga dan yield obligasi pemerintah di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia.