Logo Bloomberg Technoz

“Apapun hasil akhirnya, pasar kini menyadari bahwa kita memasuki periode ketidakpastian yang cukup panjang,” ujar Win Thin, Kepala Strategi Pasar Global di Brown Brothers Harriman & Co. “Dampak tarif yang dipertahankan adalah peningkatan risiko stagflasi, yang negatif bagi dolar dan pasar saham.”

Pada Kamis waktu setempat, pengadilan federal memberikan penangguhan sementara atas putusan sebelumnya yang menyatakan sebagian besar tarif global Trump tidak sah. Sebelumnya, Pengadilan Perdagangan Internasional AS menilai kebijakan tarif tersebut bertentangan dengan hukum.

Pihak Gedung Putih menyatakan akan terus membela kebijakan tersebut hingga ke Mahkamah Agung. Jika upaya hukum tidak berhasil, Trump disebut akan kembali memberlakukan tarif serupa melalui jalur otoritas lain.

Chris Weston, Kepala Riset di Pepperstone Group, menyebut bahwa dinamika cepat seputar isu tarif membuat pelaku pasar dan pelaku usaha semakin bingung. “Kebingungan di pasar dan di kalangan bisnis tampaknya sudah mencapai titik baru,” tulis Weston dalam risetnya.

Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah mempertimbangkan penerapan tarif berdasarkan pasal lama dalam Trade Act 1974. Ketentuan tersebut memungkinkan penerapan tarif hingga 15% selama 150 hari untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa diperlukan percakapan langsung antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk mendorong tercapainya kesepakatan dagang. Sebelumnya, Bessent mengadakan pertemuan dengan pejabat China di Swiss, yang menghasilkan kesepakatan untuk mundur dari tarif balasan di atas 100% terhadap produk masing-masing.“Dalam beberapa minggu ke depan, saya memperkirakan masih akan ada pembicaraan lanjutan,” ujar Bessent.

Indeks saham China di bursa Hong Kong terkoreksi 1,7%. Indeks saham teknologi di wilayah tersebut juga turun 2,4%. Saham Alibaba Group Holding Ltd. tercatat anjlok 4,2%.

“Sentimen negatif kali ini sangat dipengaruhi kekhawatiran soal tarif AS-China,” kata Vey-Sern Ling, Managing Director di Union Bancaire Privee. “Alibaba sering kali dianggap sebagai proksi ekonomi dan konsumsi di China, sehingga rentan tertekan ketika isu makro seperti tarif kembali muncul.”

Data menunjukkan kenaikan harga di Tokyo, yang berpotensi menjadi tekanan politik bagi Perdana Menteri Shigeru Ishiba menjelang pemilu musim panas. Inflasi yang tinggi disertai pertumbuhan upah yang solid membuat pelaku pasar memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada bulan Juli dan Desember.

Namun, menurut Kristina Clifton, Ekonom Senior di Commonwealth Bank of Australia, Bank Sentral Jepang kemungkinan akan lebih berhati-hati. “Risiko global dan dampak negatif dari tarif AS terhadap perekonomian Jepang bisa menjadi alasan BOJ untuk menahan diri,” tulis Clifton dalam risetnya.

Di pasar obligasi, lelang surat utang pemerintah AS bertenor dua tahun pada Jumat menunjukkan hasil harga cut-off yang lebih tinggi. Sebelumnya, lelang obligasi bertenor 40 tahun pada pekan ini mencatatkan permintaan terlemah sejak Juli tahun lalu.

(bbn)

No more pages