Logo Bloomberg Technoz

Bos NICL Kecewa Saham Disuspensi Tanpa Aba-aba dari BEI

Recha Tiara Dermawan
20 May 2025 08:40

Layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)
Layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT PAM Mineral Tbk (NICL), emiten tambang nikel milik pengusaha Christopher Sumasto Tjia, akhirnya angkat suara menanggapi lonjakan tajam harga sahamnya yang berujung pada suspensi perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

NICL menyebut bahwa pergerakan harga terjadi seiring keterbukaan informasi dan kinerja keuangan yang positif, bukan karena faktor spekulatif semata.

Direktur PAM Mineral, Suhartono, menyatakan, publik telah memperoleh akses terhadap informasi posisi keuangan perusahaan secara transparan, termasuk rekam jejak pembagian dividen secara rutin.


“Respons positif dari pasar merupakan bentuk apresiasi atas kinerja kami dan keterbukaan informasi yang konsisten,”  ujarnya dalam paparan publik insidentil, Senin, (19/5/2025).

Dari sisi fundamental, kinerja NICL memang mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2025, PAM Mineral mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp193,13 miliar. Angka ini melonjak 1.473,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya Rp12,27 miliar.