Bloomberg Technoz, Jakarta - Upaya memperkuat literasi digital masyarakat terus digencarkan oleh berbagai pihak, termasuk sektor industri telekomunikasi. PT Mora Telematika Indonesia Tbk melalui brand Oxygen.id mengambil langkah konkret dengan merampungkan proyek pemberdayaan digital di Kelurahan Medang, Tangerang.
Program bertajuk Bridging Communities Through Digital Empowerment ini menjadi bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility melalui Oxygrants. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Melalui kolaborasi dengan tim dari Universitas Pelita Harapan, proyek ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif. Masyarakat diberikan pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam kegiatan ekonomi.
Fokus utama dari program ini adalah membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Hal ini dinilai penting mengingat akses internet yang semakin luas belum tentu diiringi dengan pemahaman yang memadai.
Dalam pelaksanaannya, program ini mengusung tiga pilar utama yang saling melengkapi. Pilar pertama adalah pelatihan digital parenting yang ditujukan kepada para orang tua agar mampu mengawasi dan membimbing anak dalam penggunaan internet.
Pilar kedua berfokus pada penguatan ekonomi lokal melalui workshop digital marketing bagi pelaku UMKM. Para peserta diberikan strategi praktis untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien.
Sementara itu, pilar ketiga berupa analisis komprehensif terkait peluang dan tantangan penggunaan internet di lingkungan masyarakat. Analisis ini menjadi dasar untuk memahami kondisi riil sekaligus merumuskan langkah lanjutan yang lebih tepat sasaran.
Kolaborasi Industri dan Akademisi
(Dok. Moratelindo Oxygen)
Seremonial penutupan proyek ini menjadi momentum penting dalam menandai keberhasilan kolaborasi antara industri dan dunia akademik. Program ini menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Head of Center of Excellence Department Moratelindo, Farel S.V. Sinaga, menyampaikan apresiasinya terhadap tim mahasiswa yang terlibat. Ia menilai proyek ini berhasil menerjemahkan visi perusahaan menjadi aksi nyata di lapangan.
"Program ini sejalan dengan komitmen Oxygen.id untuk tidak hanya menyediakan akses internet, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas untuk menggunakan teknologi tersebut secara aman dan produktif," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital saja tidak cukup. Diperlukan pula edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan bertanggung jawab.
Tim mahasiswa Universitas Pelita Harapan yang terdiri dari Tio Rumondang, Tuty Ameliani, dan Damayana Tampubolon menjadi motor penggerak utama dalam implementasi program ini. Mereka terlibat langsung dalam memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat.
Menurut tim tersebut, salah satu aspek penting yang disampaikan dalam program ini adalah pemahaman tentang keamanan informasi. Edukasi terkait hoaks menjadi krusial di tengah maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Selain itu, para orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan digital terhadap anak. Hal ini bertujuan untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan internet yang tidak terkontrol.
Di sisi lain, pelaku UMKM mendapatkan wawasan baru mengenai cara memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan daya saing usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir. Masyarakat diajak untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kehati-hatian.
Melalui penyelesaian proyek ini, Moratelindo berharap program serupa dapat terus dikembangkan di berbagai daerah. Kolaborasi antara industri, akademisi, dan masyarakat dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Dengan demikian, manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, inisiatif seperti Oxygrants diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat pemberdayaan, bukan sekadar fasilitas.
Dengan pendekatan yang tepat, literasi digital dapat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan era modern. Kelurahan Medang pun kini menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi digital dapat dimulai dari tingkat komunitas.