Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya AS dan China sepakat untuk memangkas tarif selama 90 hari.  AS menurunkan tarif impor dari 145% menjadi 30% sementara China menurunkan tarif impor dari 125% menjadi 10%. Adapun Indonesia masih menanggung tarif 30% dan bila tidak ada kesepakatan dalam negosiasi maka tarif tersebut akan berlaku pada Juni 2025.

Tarif yang tinggi ini akan membuat barang-barang ekspor Indonesia ke AS tidak kompetitif karena terbebani tarif sehingga konsumen harus membayar mahal barang tersebut.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu Noor Faisal Achmad mengatakan, kesepakatan antara AS-China untuk menurunkan tarif selama 90 hari ke depan juga memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan penanaman modal asing, serta perbaikan sentimen investor yang berdampak positif pada sektor keuangan.

"Kesepakatan ini juga mempertegas efektivitas diplomasi dan negosiasi untuk menurunkan restriksi perdagangan," ujar Faisal kepada Bloomberg Technoz.

Selain itu, Faisal mengatakan, meredanya ketegangan ini berpotensi mendorong pergeseran rantai pasok global ke arah yang lebih beragam (diversifikasi), tetapi tetap saling terhubung.

Poin-Poin Kesepakatan AS-China Soal Tarif (Bloomberg Technoz/Asfahan)

(azr/roy)

No more pages