“Proyek ini akan memperkuat portofolio energi hijau PGE dan menjadi sinyal optimistis kami untuk mendorong peningkatan operasional dan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025,” tambah Yurizki.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap energi bersih berbasis panas bumi.
“Kami fokus untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi. Saat ini, kami memprioritaskan investasi strategis guna mencapai target tersebut. Di sisi lain, kami juga terus menjaga profitabilitas yang sehat, kas operasional yang kuat, serta efisiensi dalam pengelolaan biaya,” jelas Julfi.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.887 MW, terdiri dari 672 MW yang dikelola sendiri dan 1.205 MW bersama mitra. Perusahaan menargetkan kapasitas mandiri meningkat menjadi 1 GW dalam dua tahun dan mencapai 1,7 GW pada 2033.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan, “Pertamina terus mendorong Groupnya untuk komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, salah satunya Pertamina Geothermal Energy yang merupakan perusahaan TBK/Terbuka. Melalui informasi capaian kinerja PGE kuartal I 2025, masyarakat dapat teredukasi mengenai implementasi percepatan energi hijau di Indonesia.”
(tim)































