Kemelut Bisnis Bor Minyak AS di Balik Deal Pertamina-Halliburton
Azura Yumna Ramadani Purnama
02 March 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri migas memandang melambatnya pertumbuhan di ladang minyak serpih (shale oil) di Texas, New Mexico, dan tempat lain menjadi salah satu alasan Halliburton Co. meneken nota kesepahaman kerja sama optimasi sumur minyak dengan PT Pertamina (Persero).
Meskipun begitu, fenomena perusahaan jasa pengeboran minyak hidrolik atau fracking AS, seperti Halliburton, yang berbalik mengincari pasar luar negeri untuk menjual peralatannya dinilai tidak dipengaruhi oleh kurangnya proyek di negara tersebut.
“Sebetulnya bukan kekurangan proyek ya, tetapi mungkin lebih ke di titik jenuh di sana. Halliburton bisa dikatakan termasuk salah satu top class oil gas services company, jadi yang menggunakan jasanya bisa dikatakan hampir semua perusahaan minyak di seluruh dunia,” kata Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi, dikutip Senin (2/3/2026).
Dia menegaskan Halliburton sudah memiliki rekam jejak dan performa yang cukup baik dalam mengoptimalisasi sumur-sumur minyak eksisting.
Terkait dengan kerja sama yang dilakukan dengan Pertamina, Pri Agung meyakini kehadiran Halliburton bisa saja makin mengoptimalkan produksi minyak mentah Indonesia.






























